• April 26, 2025

Mentan Amran: “Penyuluh Pertanian adalah Pahlawan Bangsa

Mentan Amran: “Penyuluh Pertanian adalah Pahlawan Bangsa

Hal ini dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di depan 5.000 orang penyuluh pertanian yang menghadiri acara Koordinasi Nasional Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan di Jakarta, Sabtu (26/04/2025).

Tanpa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tidak mungkin mencapai lompatan yang terjadi hari ini, tegas Mentan Amran.

Mentan Amran menyampaikan keinginan Presiden Prabowo, jika swasembada pangan harus dicapai secepat-cepatnya. Mentan juga menyampaikan ucapan terima kasih dari Presiden kepada kepada Menteri Pertanian, PPL, petani, Kepala Dinas Pertanian atas usaha dan kerja kerasnnya dalam mewujudkan swasembada pangan.

“PPL adalah pahlawan bangsa dan ucapan ini tidak bisa dibeli atau diuangkan. Orang yg mulia selalu memberi pertolongan. Jika ingin sukses minta kepada Allah”, ucapnya.

Kedepannya, Mentan ingin ada lompatan lagi melalui LTT dengan memberikan 5000 sampai 10 rb motor kepada para PPL apabila LTTnya meningkat.

“Target tahun 2025 sesuai APBN adalah 32 juta ton beras, namun saya yakin bisa melampaui target tersebut. Lakukan yang terbaik untuk Merah Putih dan katakan bahwa kita harus bergerak bersama-sama.

Selanjutnya, Mentan Amran memberikan apresiasi kepada 10 Penyuluh Pertanian yang telah mendorong capaian target LTT dan mengisi Laporan LTT melalui aplikasi e-Pusluh dengan memberikan sepeda motor. Para PP diantaranya adalah Usman (Aceh), Syahputri Rahmadani (Sumatera Utara), Fajar Yonas Susanto (Jawa Timur), Deni Eka Prasetya (Jawa Barat), Nazarudin (Jawa Tengah), Arniyuli Savitri (Lampung), Rizki Hasmi (NTB), Widya Dewi (Kalimantan Selatan), Heriyanto (Sumatera Selatan) dan
Rizal (Sulawesi Selatan).

Dalam kesempatan ini Mentan Amran juga mencanangkan Gerakan Penyuluh Mendorong (Galuh) LTT. Diharapkan dengan gerakan ini penyuluh bisa membuktikan kinerjanya di lapangan sehingga petani semakin sejahtera.

Sementara, Wakil Menteri Pertanian (Wamen) Sudaryono mengatakan bahwa
pasukan penyuluh pertanian adalah pasukan yang berani mati. Karena penyuluh pertanian dilarang sakit dan dilarang tidur. Penyuluh Pertanian adalah tokoh utama yang menyelesaikan keluh kesah para petani.

Sudaryono mengungkapkan bahwa sesuai dengan Inpres No. 3 Tahun 2025, bahwa yang pada awalnya penyuluh pertanian adalah anak buahnya Bupati/Walikota dan Gubernur, namun saat ini sudah menjadi anak buahnya Menteri Pertanian, sehingga akan ada jenjang karir yang meningkat. Kementan juga memberi kebebasan apabila ada daerah yang tunjangannya lebih besar, maka penyuluh pertanian tersebut boleh tidak ikut ke Pusat dengan konsekuensi jabatan penyuluh pertaniannya tidak melekat lagi.

“Karena penyuluh pertanian saat ini adalah pasukan Kementa, maka harus mengawal program-program strategis Kementan,” tegasnya.

Wamentan menambahkan jika saat ini Indonesia sudah mendapat pengakuan langsung dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tercepat di kawasan Asia Tenggara. Hal ini sekaligus menyoroti Indonesia yang telah menghentikan pembelian beras dari Thailand.

“Saya yakin bahwa keberhasilan tersebut sebesar 81% adalah hasil karya para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia”, ucapnya dengan bangga.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Wamentan kepada Babinsa yang sudah membantu para petani dan penyuluh di seluruh Indonesia, sehingga sinergitas di lapangan sangat efektif dan berjalan dengan baik.

Diakhir sambutannya Sudaryono mengharapkan agar penyuluh pertanian haruss aktif menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.

Semntara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pendayagunaan penyuluh pertanian untuk percepatan swasembada pangan sebagaimana amanah Inpres Nomor 3 Tahun 2025. Sehingga Kementan perlu menyamakan komitmen dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengikuti arah komando.

Kabadan Santi menambahkan bahwa peran penyuluh sangat vital dalam swasembada pangan sehingga perlu penguatan komitmen agar satu irama dan satu komando. Selain itu, penyuluh harus fokus pada tujuan yaitu pengawalan percepatan LTT, peningkatan Indek Pertanaman (IP) dan produktivitas

“Tujuan tersebut harus menjadi acuan dalam pergerakan di lapangan terutama mendampingi petani untuk lebih sejahtera”, ucapnya.

Terakhir Kabadan Santi menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini diantaranya adalah menguatkan kesiapsiagaan penyuluh pertanian mendukung swasembada pangan dengan percepatan LTT, peningkatan indeks pertanaman dan peningkatan produktivitas padi, serta meningkatkan komitmen dalam mendorong dan mengawal akselerasi program utama Kementan. (NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…