- Februari 6, 2025
Pacuan Kuda Kembali Digelar di Candimulyo Setelah 52 Tahun Absen
Setelah lebih dari lima dekade, tradisi pacuan kuda kembali digelar di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sebelumnya, pacuan kuda pernah menjadi tradisi rutin yang digelar setiap tahun hingga 1972, namun terhenti setelah itu.
Kini, pada tahun 2024, pacuan kuda kembali dihidupkan melalui inisiatif pemilik klub berkuda Cipta Visi Stable, Rayndra Sahdan Mahmudin.
Rayndra, yang juga dikenal sebagai Duta Petani Milenial, memiliki komitmen besar untuk mengembalikan kejayaan pacuan kuda di wilayahnya.
Lewat Cipta Visi Farm, ia telah berhasil mengelola peternakan modern yang mengubah cara petani lokal, khususnya di Dusun Semen, Desa Trenten, dalam mengelola ternak domba.
Tidak hanya itu, Rayndra juga menginspirasi peternak muda untuk lebih terbuka terhadap modernisasi, termasuk mengajak mereka untuk merawat kuda pacu.
“Pacuan kuda ini selain memberikan keuntungan finansial, juga memiliki potensi besar untuk perkembangan industri peternakan kuda di Magelang,” ujar Rayndra.
Cipta Visi Farm tidak hanya fokus pada pengelolaan peternakan domba, tetapi juga mulai melirik peluang di bidang pembiakan kuda.
Dengan semangat yang tinggi, Rayndra pun menggagas Pacuan Kuda Magelang Cup 2024 sebagai salah satu cara untuk menghidupkan kembali pacuan kuda di daerah ini.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, ia membangun lapangan pacuan kuda seluas 3.000 meter di bekas lahan tegalan yang kini bisa digunakan oleh pemilik kuda pacu untuk berlatih.
Namun, menyelenggarakan pacuan kuda saat ini bukanlah hal yang mudah. Prosesnya memerlukan izin dari Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) dengan berbagai persyaratan, termasuk panjang lintasan yang harus mencapai 1.200 hingga 1.500 meter, serta kondisi lintasan yang harus selalu terjaga agar tetap kering, rata, dan lentur.
Pada Pacuan Kuda Magelang Cup 2024, sebanyak 110 kuda dari 50 stable berlomba. Sekitar 30 stable berasal dari Kabupaten Magelang. Salah satu kuda milik Rayndra, Cipta Romantika, berhasil meraih kemenangan dalam ajang tersebut, menegaskan komitmennya untuk membiakkan kuda pacu unggul.
Rayndra juga mencatatkan rekor baru, karena jumlah peserta dalam ajang ini memecahkan rekor pacuan kuda daerah untuk wilayah Jawa dan Bali.
Hal ini membuktikan tingginya antusiasme masyarakat dan pemilik kuda terhadap olahraga pacuan kuda di Magelang. Selain untuk pacuan, Rayndra melihat potensi lain dari kuda, terutama sebagai daya tarik wisata.
Dengan adanya delman yang dapat disewa di sekitar Candi Borobudur, sektor pariwisata pun dapat dioptimalkan untuk mendongkrak pendapatan lokal.
“Kuda bukan hanya untuk pacuan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sektor wisata yang sangat potensial,” pungkas Rayndra.