• Januari 22, 2025

Kementan Siap Swasembada Pangan melalui Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dan Transformasi Kelembagaan Petani

Kementan Siap Swasembada Pangan melalui Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dan Transformasi Kelembagaan Petani

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa swasembada pangan dapat segera terwujud.

Untuk mewujudkan swasembada pangan, Mentan Amran menyampaikan strateginya, yaitu melibatkan petani milenial dengan dukungan mentor dan pendamping yang siap membantu mereka mengelola usaha tani modern di 12 provinsi.

“Kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada generasi muda. Dengan keterlibatan petani milenial, teknologi modern, dan sumber daya alam yang kita miliki, saya yakin kita bisa melampaui target,” tegas Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan saat ini sudah terbentuk lebih dari 1.500 brigade pangan yang tersebar di 12 provinsi. Dimana setiap pendamping bertanggung jawab mengadovakasi lima brigade pangan.

“Para calon pendamping setidaknya bisa memahami dan menerapkan konsep pertanian modern di wilayahnya masing-masing, mulai dari penggunaan varietas unggul bersertifikat dan pemanfaatan alat dan mesin modern, hingga hilirisasi dan pengelolaan kawasan secara terintegarasi dan terstruktur,” tutur Santi.

Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 03, Selasa (21/01/2025) bertemakan “Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan” (Transformasi Kelembagaan Petani) menghadirkan narasumber penyuluh pertanian pusat Inang Sariati, yang menyatakan bahwa swasembada pangan merupakan tujuan penting dalam mencapai ketahanan pangan nasional.

Hal ini dilakukan agar kita mampu mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri secara mandiri.

“Saat ini petani sebagai ujung tombak produksi pangan sedang menghadapi berbagai tantangan. Seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan dan keterbatasan teknologi”, jelasnya.

Penyuluhan pertanian yang tersistem dengan tata kelola yang baik sangat diperlukan dalam melaksanakan tugas dan fungsi penyuluh pertanian.

Terakhir, perlunya kolaborasi dan sinergi antar kelembagaan yang terlibat di sektor pertanian. Tentunya ini sangatlah penting guna peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional. Karena kolaborasi dan sinergi sebagai kunci meningkatkan ketahanan pangan, tutup Inang. (HV/NF)

Berita Terkait

Indonesia Perkuat Standar Kesehatan Hewan di Tengah Pembatasan Impor Unggas Saudi

Indonesia Perkuat Standar Kesehatan Hewan di Tengah Pembatasan…

Jakarta — Kementerian Pertanian menyatakan kebijakan pembatasan impor unggas dan telur oleh…
Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, Kementan Berikan Materi Ngonten Cerdas sebagai Strategi Digital

Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, Kementan Berikan Materi Ngonten…

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian kembali memperkuat kompetensi…
Genjot Hilirisasi, Sawit Jadi ‘Miracle Crop’ Andalan RI di Pasar Global

Genjot Hilirisasi, Sawit Jadi ‘Miracle Crop’ Andalan RI…

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat hilirisasi kelapa sawit guna meningkatkan…