- Agustus 14, 2024
Tingkatkan Kualitas Komoditas Pertanian, Kementan Manfaatkan Sumber Daya Genetik
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penggunaan teknologi dalam mengelola pertanian sangat penting karena akan menjadikan pertanian Indonesia lebih kuat dalam menyediakan pasokan pangan.
“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” ujar Mentan Amran.
Bahkan Mentan Amran juga mendorong penggunaan teknologi dan mekanisasi secara masif guna menekan biaya produksi secara signifikan sehingga mampu meningkatkan produktivitas secara maksimal.
Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau. Yang pasti petani harus kita giring untuk berbisnis.
Makanya mereka harus diberi untung,” tegasnya.
Sementara itu pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 25, Selasa (13/08/2024) bertemakan “Pemanfaatan Sumber Daya Genetik untuk Peningkatan Produktivitas Pertanian”, menghadirkan narasumber Kepala Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Arif Surahman.
Arif mengatakan jika Sumber Daya Genetik (SDG) adalah material genetik yang berasal dari tumbuhan, hewan dan jasad renik yang mengandung unit yang berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan. Baik yang mempunyai nilai nyata maupun potensial.
“Alur pemanfaatan sumber daya genetik dimulai dari pengumpulan berbagai sifat genetik yang diinginkan dari berbagai sumber tanaman”, ujar Arif.
Sifat-sifat ini kemudian dikombinasikan melalui proses pemuliaan untuk menghasilkan tanaman dengan karakteristik unggul.
Arif menambahkan bahwa ada juga Bioteknologi yang dipandang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian. Rekayasa organisme tersebut mampu menciptakan bibit unggul, varietas tanaman unggul, biopestisida, dan pupuk hayati yang ramah lingkungan.
Adapun tujuan pemanfaatan bioteknologi diantaranya menghasilkan pangan yang lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain juga menghasilkan produk pangan yang diperkaya nutrisinya dan menghasilkan pangan yang tahan terhadap hama, penyakit juga sebagai pembawa vaksin, tutup Arif. (HV/NF)