• Juni 28, 2024

Libatkan Penyuluh Pertanian, Kementan Kawal Gerakan Pompanisasi dan Percepatan Tanam di Barito Kuala

Libatkan Penyuluh Pertanian, Kementan Kawal Gerakan Pompanisasi dan Percepatan Tanam di Barito Kuala

BATOLA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan Gerakan Pompanisasi dan percepatan tanam.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman selalu memastikan jika program pompanisasi berjalan dengan baik. Menurutnya, pompanisasi sebagai solusi cepat dan tepat dalam mengatasi masalah pertanian, utamanya mengairi sawah kering yang terdampak fenomena El Nino.

“Pompa ini solusi cepat untuk menangani El Nino, karena pompa ini membantu petani menanam dan berproduksi secara cepat dan maksimal,” ungkap Mentan Amran.

Mentan meminta Dinas Pertanian Provinsi dan Kota/Kabupaten turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan sumber daya air dan kebutuhan pompa agar program ini dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (27/06/2024)
menjelaskan peran penting penyuluh pertanian sebagai motivator bagi para petani.

“Penyuluh harus selalu hadir saat petani mengalami masalah dan kebingungan. Mereka adalah sahabat sejati yang selalu ada di saat kita kesulitan,” ujar Dedi.

Penyuluh diharapkan mampu menguasai teknis penyelesaian masalah di lapangan, seperti pemberantasan hama dan penyakit tanaman secara kelompok melalui koperasi tani.

“Penyuluh berfungsi sebagai motivator dan fasilitator yang memberikan semangat kepada petani dari tahap persiapan hingga mendapatkan pupuk subsidi dan akses pasar,” tambah Dedi.

Selain itu, mereka juga harus memastikan petani tersenyum dalam kondisi apapun dengan memfasilitasi sarana produksi dan akses pasar. Dedi menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pertanian.

Penyuluh harus menjadi inovator yang mampu menemukan teknologi baru seperti trikoderma, biotron, cendawan yang bisa membunuh walang sangit, dan hormon penarik serangga. Penyuluh juga harus mengajarkan petani cara menyemprot hama dengan tepat dan waktu yang benar, serta menggunakan panca indra untuk pengamatan lingkungan, ungkap Dedi.

Dedi menambahkan jika penyuluh harus menjadi motor penggerak agribisnis, penyuluh juga harus memastikan petani tidak hanya bertani karena hobi atau keterpaksaan, akan tetapi sebagai bisnis yang menguntungkan dan penyuluh juga harus menguasai teknologi untuk peningkatan produksi.

Selain itu, pasar juga harus disiapkan untuk menjual produk petani dengan harga yang bagus, dan petani harus diajarkan cara menghitung biaya produksi agar usahanya menguntungkan. Program seperti Optimalisasi Lahan (Oplah), Pompanisasi, dan Tumpang Sari (Tusip) harus terus didorong untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produksi.

Dedi juga meninjau bantuan 15 unit pompa air untuk Kelompok Tani Sumber Makmur di Desa Puntik Dalam, Kecamatan Mandastana. Pompa ini digunakan untuk mengurangi keasaman tanah dengan kompos dan dolomit, serta memanfaatkan sungai primer sebagai sumber pengairan.

Pompa air ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produksi dengan mengurangi keasaman tanah dan memastikan pasokan air yang cukup. Dedi pun mengapresiasi melalui pompanisasi, Kab. Batola juga melakukan percepatan tanam dengan pemanfataan traktor.

Dengan semua langkah ini, diharapkan para petani di Kalsel dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka, sehingga mereka dapat tersenyum bangga dengan hasil kerja keras mereka, tutup Dedi.

Ikut serta dalam kunjungan ini Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Kepala SMK-PP Banjarbaru, Kepala BBPP Binuang dan perwakilan dari Dinas Pertanian serta para penyuluh pertanian. (ZM/NF)

Berita Terkait

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian…

Indore, India – Kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia…
Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut…

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari…
Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…