• Juni 2, 2024

Kementan Minta Penyuluh dan Petani Kalsel Sukseskan Program UPSUS Antisipasi Darurat Pangam

Kementan Minta Penyuluh dan Petani Kalsel Sukseskan Program UPSUS Antisipasi Darurat Pangam

HULU SUNGAI TENGAH – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan Program Upaya Khusus (UPSUS) Antisipasi Darurat Pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pengembangan lahan rawa merupakan komitmennya untuk mempercepat kebutuhan masa tanam dalam waktu dekat ini.

“Pengembangan lahan rawa ini dikelola melalui optimasi lahan yang diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas”, ujar Mentan Amran.

“Tolong bantu percepat tanam percepat produksi sehingga kita tidak perlu impor. Kami akan bentuk brigade, ada combine harvester, excavator, traktor dan lain-lain. Saya mau pemuda-pemuda yang mengelola, nanti bagi hasil sehingga pemuda untung, petani pun untung’’, tegas Mentan kembali.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pada saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kayu Rabah, Kec. Pandawan, Kab. Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis (30/05/24) berkesempatan menemui para petani, penyuluh pertanian, Babinsa dan Kepala Desa setempat.

Kabadan meminta agar dapat dibantu untuk dibuat saluran sodetan untuk mengatur ketinggian air di lahan rawa tersebut.

“Saat ini permasalahan yang ada yaitu lahan selalu banjir, sehingga sudah bertahun-tahun sekitar 4 hingga 5 tahun tidak ditanami dan dibiarkan oleh petani”, ujarnya.

Kabadan menyampaikan jika BPPSDMP akan membantu untuk berkoordinasi kepada Kementerian PUPR dan bantuan dari Dinas pertanian terkait, karena itu bukan kewenangan Kementan terkait irigasi besar.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengajak penyuluh untuk membantu memonitor pelaksanaan kegiatan UPSUS Darurat Pangan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Penyuluh harus bisa mendorong kegiatan UPSUS ini, karena penyuluh adalah ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan pertanian”, pungkas Bustanul.

Sebagai informasi bahwa Desa Kayu Rabah, Kec. Pandawan, Kab. HST memiliki luas lahan rawa potensial 3.000 Ha, dengan variates yg biasa ditanam Mekongga dengan provitas rata-rata 4 ton/Ha. (AR/NF)

Berita Terkait

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian…

Indore, India – Kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia…
Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut…

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari…
Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…