• April 5, 2024

Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi dan Jagung melalui Strategi Integrasi Pertanian dan Peternakan

Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi dan Jagung melalui Strategi Integrasi Pertanian dan Peternakan

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya integrasi sistem peternakan, khususnya peternakan sapi melalui pemanfaatan hutan. Ini juga dibutuhkan dalam mengembangkan ternak sapi perah.

Mentan Amran mengungkapkan untuk satu ekor sapi, diperlukan 50 kilogram rumput. Peternak harus menfermentasi dan mencampur pakan dengan jerami untuk memenuhi kebutuhan itu.

Ini yang harus dipikirkan, bagaimana hutan berintegrasi dengan sapi, ujarnya.

Ini menjadi penting agar sapi-sapi meningkat dan biaya pakan dapat ditekan. Jika integrasi lahan hutan-sapi berhasil, maka sapi bisa diprogramkan untuk melahirkan satu kali dalam setahun.

Amran mengaku akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk mencari lahan perternakan. Setidaknya, dibutuhkan 10 ribu hektar lahan untuk meningkatkan produktivitas daging sapi dan susu.

Sementara pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 11, Jumat (05/04/2024) dari Ruang AOR,vKepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa sebaik-baiknya petani adalah petani yang membuat dirinya dan sekitarnya tersenyum. Tersenyum karena harga pokok produksinya yang rendah, produktivitas karena hasilnya berlimpah, dan kualitas produk pertanian.

Petani juga diharapkan bisa melakukan kegiatan agribisnis. Melakukan agribisnis dengan kontrak farming, memanfaatkan teknologi informasi, dan pemanfaatan alat-alat mesin pertanian untuk efesiensi pertanian”, jelas Kabadan Dedi.

Kabadan mengungkapkan jika integrasi tanam-ternak adalah salah satu efisiensi yang meningkatkan produksi, sistem yang bisa menekan HPP. Pertanian itu yang menghasilkan semua kebutuhan makhluk hidup. Selain itu pertanian juga menghasilkan oksigen, mengkonservasi air dan menyediakan tempat tinggal.

Narasumber MSPP, Ardiani Agustina fari Ditjen PKH mengatakan strategi peningkatan produksi melalui integrasi mempunyai arah untuk mewujudkan produk peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan dengan tujuan akhir peningkatan produktivitas melalui integrasi.

Strategi yang dapat dilakukan yaitu pengembangan ternak dengan sistem integrasi, pengelolaan manajemen pakan melalui bank pakan, pemanfaatan hasil ikutan (kotoran) ternak untuk pupuk organik. Selanjutnya adanya dukungan pembiayaan dengan perbankan, BUMN, dan asuransi ternak, urainya.

Ardiani menambahkan, bahwa tantangan dan kendala dalam pengembangan integrasi ternak diantara merubah culture peternak yang ada di daerah, yaitu merubah dari pola peternakan rakyat ke arah peternakan modern. Permasalahan lainnya yaitu adanya keterbatasan dan kesulitan akses dalam penambahan lahan baik untuk pakan maupun untuk pengembangan ternak serta kesulitan para peternak dalam akses penambahan modal usaha. Terakhir, terbatasnya SDM yang mau dan mampu beternak secara modern dan terintegritas, imbuhnya. (HV/NF)

Berita Terkait

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian…

Indore, India – Kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia…
Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut…

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari…
Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…