• Oktober 9, 2023

Saleh Ali, Imam Mujahidin, dan Darmawan Salman, Pelopor Studi Pembangunan Mampu Cetak Alumni Pertama

Saleh Ali, Imam Mujahidin, dan Darmawan Salman, Pelopor Studi Pembangunan Mampu Cetak Alumni Pertama

Makassar, 09/2023. Jurusan Studi Pembangunan merupakan jurusan yang langka dan selalu banyak peminatnya di Indonesia, tercatat tidak banyak universitas yang membuka jurusan ini. Di Universitas Satyawacana misalnya studi Pembangunan dibuka dan fokus pada poverty and under development, di Universitas Gadjah Mada lebih banyak mendalami economic development, di Universitas Sumatera Utara fokus pada Social Development, di Universitas Andalas pada Sustainable Development. Di Universitas Hasanuddin, Studi Pembangunan lebih mendalami terkait local development.

Adalah Saleh S.Ali, Imam Mujahidin Fahmid, dan Darmawan Salman, ketiga guru besar inilah yang sejak dari awal mempelopori berdirinya studi Pembangunan dibantu dosen-dosen lainnya di lingkungan UNHAS.

“Kami dulu masih teringat begitu berdarah-darah membuat jurusan ini, berbagai rintangan menghadang tetapi kami tetap terus jalan,” terang Saleh Ali saat memberikan keterangan pada bulan September lalu di Jakarta

Tercatat akhirnya jurusan studi Pembangunan mendapatkan ijin membuka mahasiswa pada tahun 2020 dan awal bulan Januari 2021 mahasiswa aktif sudah menjalankan aktivitas kuliah, dan hari ini 9 Oktober 2023 Paskasarjana Unhas sangat berbahagia karena mampu menghasilkan lulusan pertama dari jurusan ini.

“pada hari ini, saya dan kita berbangga hati karena mampu mencetak alumni pertama, apa yang diteliti oleh Saudara Wahyudi related dengan ontologi studi Pembangunan, ia memaparkan bagaimana modernisasi dalam konteks perencanaan nasional dan daerah terjadi, dan bahkan penelitian ini melompati arus modernisasi. Kita melihat modernisasi yang dihantarkan oleh para elit melalui alat dan mesin pertanian masih menghadapi problem serius berupa pengetahuan local berupa sistem ceblokan, ini saya kira satu dari sekian novelty yang dihasilkan oleh Promovendus,” terang Imam Mujahidin, promotor utama disertasi Wahyudi berjudul Relasi Aktor Dalam Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah Pada Sektor Pertanian

Senada dengan hal tersebut, Darmawan Salman, co-Promotor pertama juga menyampaikan bahwa arus modernisasi masih menjadi wacana menarik yang dikontestasikan oleh para aktor

“perencanaan menjadi arena bagi para aktor untuk memperebutkan sumberdaya. Perencanaan harus dipahami bukan semata-mata proses teknokratik semata, namun didalamnya terdapat proses-proses sosial, yang jika kita lihat lebih dalam maka panggung di belakang jauh lebih dominan dibandingkan panggung di depan,” ungkap Darmawan

Wahyudi berhasil mempertahanan disertasi dihadapan dewan dewan penguji yang terdiri 3 tim promotor, 4 penguji, dan 1 penguji eksternal.

Berita Terkait

Penguatan Produksi Pertanian Berbasis Bio Fermentor dalam Mendukung Swasembada Pangan

Penguatan Produksi Pertanian Berbasis Bio Fermentor dalam Mendukung…

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menyelenggarakan agenda…
Usai Australia, Kini Giliran India Sambangi Wamentan Sudaryono Lirik Pupuk RI

Usai Australia, Kini Giliran India Sambangi Wamentan Sudaryono…

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk Indonesia aman…
Perintah Presiden di Kebut: Mentan Amran bersama BUMN percepat B50 dan E20

Perintah Presiden di Kebut: Mentan Amran bersama BUMN…

Padang – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN mempercepat pengembangan bioenergi nasional, mulai…