• Oktober 9, 2022

Guru Besar Unhas Dorong Diversifikasi Melalui Pengembangan Sumber Pangan Lokal

Guru Besar Unhas Dorong Diversifikasi Melalui Pengembangan Sumber Pangan Lokal

Makassar – Guru besar Ilmu Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Rusnadi Padjung, mendorong diversifikasi melalui pengembangan pangan lokal pengganti beras. Hal tersebut menurutnya sangat penting, selain meningkatkan keanekaragaman produksi dan konsumsi pangan lokal yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi, juga sebagai bentuk antisipasi ancaman krisis pangan global.

“Selama ini beras menjadi sumber pangan yang dominan. Sementara, Indonesia ini kaya akan sumber pangan sebagai alternatif mengurangi ketergantungan terhadap beras,” kata Rusnadi ketika dihubungi, Sabtu (8/10).

Rusnadi melanjutkan upaya pengembangan sumber pangan lokal berbasis potensi
sumber daya lokal secara berkelanjutan akan memerpkuat capaian swasembada beras.

“Ingat, kekayaan keanekaragaman
hayati dan potensi sumber pangan lokal kita sangat luar biasa dan itu
memungkinkan untuk melakukan diversifikasi. Ada sagu, ubikayu, ubijalar pisang,” ungkapnya.

Sebagai informasi, salah satu contoh sumber pangan yang potensial untuk diakselerasi sebagai pengganti beras adalah sagu. Pertanaman sagu di Indonesia terdapat di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, Sulaweai dan Kalimantan. Sagu yang berasal dari Sentani misalnya, kandungan karbohidrat bisa mencapai 56 sampai 87 persen, sementara kandungan pati diantara 81 sampai 84 persen.

Namun, lebih lanjut Rusnadi menjelaskan bahwa harga sagu relatif masih mahal dibandingkan beras karena infrastruktur sagu masih terbatas dan berada di wilayah-wilayah yang sulit.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, mengatakan Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman pangan lokal.

Menurutnya, Kementan telah melakukan mitigasi untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi ancaman krisis pangan global, termasuk dengan memperkuat berbagai strategi dan upaya memperkuat potensi pangan berbasis sumberdaya lokal. Selain upaya menjaga tingkat produksi beras agar tetap swasembada.

“Kita punya banyak bahan baku pangan berpotensi sebagai cadangan dan substitusi beras. Dan semua ada di sekitar kita dan lama menjadi pangan konsumsi masyarakat lokal,” kata Kuntoro.

Berita Terkait

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala Industri dengan Spanyol

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala…

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran Eselon I Kementerian Pertanian…
Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

SPANYOL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi salah satu…
Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen House Almeria Spanyol

Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen…

SPANYOL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi Screen House…