- Juli 19, 2023
Jahe Menanjak Menjadi Varietas Unggul Nasional, Kado Kementerian Pertanian untuk Hari Jadi ke 16 Tahun Kabupaten Kubu Raya
Jahe menjadi salah satu komoditas yang cukup penting di Provinsi Kalimantan Barat, terlihat dari kontribusi produksi jahenya mencapai 3.805,89 ton setara 1,53% dari produksi nasional tahun 2022. Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah yang berkontribusi tingginya produksi jahe di Kalimantan Barat. Sektor pertanian khususnya budidaya jahe menjadi daya topang perekonomian masyarakat selama masa pandemi. Budidaya tanaman jahe mampu menghasilkan panen 500kg dari bibit 40kg, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan telah menghasilkan pendapatan Rp10 juta.
Tahun 2021, pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai melakukan observasi dalam rangka pendaftaran Jahe Putih Lokal Terentang. Maret 2023 menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu akhirnya jahe putih lokal Terentang dari Kubu Raya resmi terdaftar sebagai varietas unggul nasional dengan nama varietas Jahe Menanjak dan nomor SK Tanda Daftar 110/Kpts/PV.240/D/III/2023. Terbitnya tanda daftar varietas ini menjadi dasar legal formal untuk mengedarkan benih jahe Menanjak serta pengakuan jahe lokal ini sebagai varietas unggul nasional.
Senin, 17 Juli 2023 pada acara ramah tamah dalam rangka peringatan hari ulang tahun Kabupaten Kubu Raya ke-16 tahun, dalam rangkaian kegiatan tersebut Direktorat Perbenihan Hortikultura menyerahkan SK Pendaftaran Varietas Jahe Menanjak kepada Bupati Kubu Raya. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Perbenihan Hortikultura yang diwakili oleh Koordinator Penilaian dan Penyebaran Varietas menyampaikan harapan dari berbagai pihak dalam pengembangan jahe unggul ini. Penyediaan benih bermutu secara berkesinambungan menjadi kunci awal dalam pengembangan jahe Menanjak.
Pada kesempatan terpisah Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari menyampaikan “komitmen Kementerian Pertanian mendukung pengembangan jahe Menanjak, fasilitasi pendaftaran varietas jahe Menanjak menjadi langkah nyata dalam meningkatkan daya saing jahe lokal untuk memajukan perekonomian daerah serta akselerasi peningkatan produksi jahe nasional. Pendaftaran varietas ini menjadi langkah awal untuk menyediakan benih jahe yang bermutu. Untuk menggerakkan pertanian yang maju, mandiri dan modern, penguatan sistem perbenihan yang berdaya saing sangat berperan penting. Benih bermutu menjadi kunci penting dalam keberhasilan usaha hortikultura berdaya saing dan berkelanjutan.”
Bupati Kabupaten Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian sehingga Kubu Raya mampu berbangga diri dengan pengakuan jahe lokalnya sebagai varietas unggul nasional. “Dengan adanya dukungan Kementerian Pertanian dalam mengembangkan jahe lokal Kubu Raya menjadi bentuk kerjasama antar instansi untuk memajukan pertanian bangsa. Semua harus bergerak bersama dan berkolaborasi untuk membawa kemajuan sehingga mampu meningkatkan perekonomian melalui sektor pertanian Kubu Raya khususnya dan nasional umumnya, pada akhirnya kita mampu membawa pembangunan yang membahagiakan bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat kami yaitu salam menanjak dari Kubu Raya untuk Indonesia, bahagia, mendunia.”
Perlu pendampingan dan perhatian dari semua pihak dalam pengembangan jahe karena sumber daya genetik yang ada di Kubu Raya sangat bernilai ekonomi tinggi, harapannya setelah terbitnya SK tanda daftar jahe Menanjak ini mampu meningkatkan pendapatan daerah.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan rumpun induk populasi (RIP) oleh tim Direktorat Perbenihan Hortikultura ke lahan penangkaran benih jahe seluas 7 hektar milik Arfandi di kecamatan Terentang. Semua itu untuk menjamin keberlanjutan jahe Menanjak agar menjadi komoditas unggulan daerah serta harapanya meningkatkan ekspor pertanian.
Sinergi dan partisipasi aktif dari berbagai stakeholder ini menghasilkan kado indah bagi Kabupaten Kubu Raya pada ulang tahun ke 16-nya. Komoditas unggulan Kubu Raya secara bertahap menjadi varietas unggulan nasional serta mampu mendukung percepatan penumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produksi dan nilai ekspor sektor pertanian khususnya jahe.
Kontributor : Wiwi Sutiwi; Abdul Rahman