• November 28, 2025

Ngobras Kementan Hadirkan Praktisi, Bedah Cara Petani Maksimalkan Hasil Panen

Ngobras Kementan Hadirkan Praktisi, Bedah Cara Petani Maksimalkan Hasil Panen

JAKARTA — Kementerian Pertanian kembali membuka ruang diskusi interaktif bagi penyuluh dan petani melalui Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 41 yang digelar secara daring pada Selasa (25/11/2025). Acara yang ditayangkan lewat YouTube dan Zoom Meeting ini mengangkat tema “Rahasia Sukses Budidaya Tanaman Pangan untuk Meningkatkan Produktivitas”.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya memperkuat budidaya tanaman pangan dengan inovasi dan efisiensi usaha tani.

Ia menilai pemanfaatan teknologi dan optimalisasi lahan produktif akan menjadi pondasi peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi petani. Dorongan itu, katanya, juga membuka peluang baru bagi generasi muda untuk masuk ke dunia pertanian.

Peran penyuluh kembali menjadi titik tekan diskusi. Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyebut penyuluh sebagai penghubung utama antara petani dan teknologi.

“Penyuluh adalah jembatan antara teknologi dan petani. Dengan pendampingan yang tepat, manfaat inovasi dapat dirasakan lebih cepat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gst. Made Ngr. Kuswandana, meminta penyuluh untuk terus hadir di lapangan memastikan setiap inovasi benar-benar diterapkan. Ia menyebut penyuluh merupakan aktor strategis dalam menaikkan produktivitas pertanian dan mendorong pembaruan praktik budidaya.

Di antara para narasumber, pengalaman penyuluh pertanian Mojokerto, Abdul Mujid Efendi, mencuri perhatian. Ia membagikan kisah suksesnya membangun usaha budidaya tanaman pangan dengan menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan kemampuan teknis. Baginya, kejujuran, niat tulus, dan kedisiplinan adalah fondasi penting.

“Sukses itu tidak mudah, tetapi dengan istiqomah, hasilnya akan kita dapatkan,” ucapnya.

Mujid menilai bertani adalah kerja keras yang sekaligus menjadi nilai ibadah. Ia mengingatkan petani agar selalu melibatkan nilai spiritual dalam setiap keputusan.

“Dalam setiap keputusan, libatkan Tuhan. Jangan sampai kita meninggalkan Tuhan dalam pekerjaan kita,” katanya.

Dari sisi teknis, ia memaparkan pentingnya pengetahuan menyeluruh mulai dari pengolahan tanah, pemilihan varietas, pemupukan, pengendalian hama, hingga pascapanen. Menurutnya, keberhasilan budidaya padi, jagung, maupun tebu harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan kecermatan membaca peluang pasar.

Ia menilai keberhasilan pertanian merupakan perpaduan antara 50 persen kemampuan teknis dan 50 persen nonteknis, termasuk mental untuk bangkit setelah kegagalan. “Ambisi itu baik, selama tidak merugikan orang lain,” ujarnya.

Mujid juga berbagi pengalamannya mengelola 50 hektare lahan, terdiri dari 40 hektare tebu, 5 hektare jagung, dan 5 hektare padi, hingga akhirnya banyak perusahaan datang menawarkan kerja sama. Kejujuran dan konsistensi, katanya, menjadi alasan kemitraan itu terbangun. Kini ia bermitra dengan berbagai industri pengolahan di Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa pemasaran hasil panen di wilayahnya relatif mudah karena banyaknya industri padi, jagung, peternakan, dan pabrik gula. Selain mengelola usaha sendiri, ia kerap membantu petani lain yang kesulitan menjual hasil panen, terutama saat panen raya.

Transparansi menjadi prinsip utama saat menentukan harga dan biaya transportasi. “Yang utama tetap kejujuran. Tanpa kejujuran, yang tersisa hanya ambisi,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu Keluarga Pak Jafar di Baubau

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu…

Baubau — Kasus penarikan kembali bantuan pangan yang dialami Pak Jafar dan…
Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran Bicara Soal Kunci Sukses hingga Hilirisasi

Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran…

Gowa — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan arahan penuh motivasi…
Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT : Pertegas  Komitmen BRI untuk Hadir dan Memberi Makna Bagi Indonesia

Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT :…

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke-130, Yayasan…